sekar πŸ’

Tentang Tempat-Tempat Tinggi

Pernahkah kamu menyentuh tanah-tanah kotor dibawah ini?

Bisakah kamu membayangkan lantai pertama gedung yang dengan nyaman kamu tinggali?

Adakah tangga yang kamu naiki untuk sampai sana?

Ah, ternyata kamu memang lahir di atas sana.

Ya, pemandangan dari atas sana memang indah

kuakui bahwa tanah ini lebih indah kalau dipandang dari atas sana.

Tapi terima kasih sudah hinggap mengunjungiku disini.

Memang sewaktu-waktu kamu perlu kembali ke tanah sebelum dipaksa.

Bagimu ini hanya sekali waktu untuk mengingatkanmu,

back to nature, menyatu dengan alam πŸ’š

#wonderfulIndonesia #lovenature #backtonature #natural #healthylifestyle #pesonaIndonesia #simplelife #greenlife

Tapi, kawan, apakah kamu pernah ada di alam

sampai-sampai kamu merasa kembali ke alam?

Dan apakah

kamu bagian dari alam kalau kamu hanya menikmatinya?

Hei, kamu bahkan tidak lahir di tanah.

kamu hanya hinggap, rehat sejenak disini.

Kuharap kau tidak meninggalkan jejak-jejak asing disini, itu saja.

Karena kurasa memang dan yakini,

semua hal akan selalu menyambutmu disini.

Kamu yang senang memandang ke bawah,

tolong jangan paksa aku memandang ke atas.

Ketahuilah bahwa tidak semua orang berada di tempat yang sama denganmu.

Kamu tidak bisa menertawakan lelucon tidak punya uang receh bersamaku,

jujur saja,

sebegitu bukan receh untukku.

Kamu tidak bisa mengajakku sembarangan makan bakso sewaktu-waktu

kuharus menabung dulu,

mungkin dengan mencuci piring atau baju-baju,

atau menahan lapar dan menjual sedikit nasiku

sebagai ganti semangkuk bakso dan duduk sejenak di depanmu.

Aku tak memintamu semata-mata senantiasa menunduk, jangan.

Aku hanya iri saja.

Karena kamu bisa memandang dunia ini seindah itu

padahal aku dan kamu, ditulis dengan nama yang sama

juga dicipta oleh Tuhan yang sama

sama-sama tumbuh dari tanah yang sama

hanya jarak saja yang memisahkan kita.

Tolong jangan juga menarikku ke atas sana.

Aku sama tidak inginnya memandang ke bawah,

aku cukup dan nyaman berada disini.

Bagimu tempatmu, bagiku tempatku

ceritakanlah suasana di atas sana kadang-kadang saja,

hinggaplah ke bawah sini kadang-kadang juga,

luangkanlah sedikit waktumu untuk sesekali menengokku dari atas sana.

Maafkan kawanmu yang beriri hati ini.

Aku hanya tidak ingin lagi kamu menganggap berjalan di tanah sama ringannya dengan berjalan di atas marmer awan.

Bagiku tempatku, bagimu tempatmu

kadang akan kuceritakan suasana di bawah sini,

meski berat aku akan sekali-kali mengunjungimu,

kala penat aku juga akan mendongak berharap aku menatap dengan benar jendelamu.

Terima kasih sudah pernah sudi menemuiku.

Sebuah kesempatan berharga bagi orang sekecil aku bisa sekali waktu duduk sejajar denganmu, makan bakso dengan teh tawar.

*Lantai 2

11 Juni 2026*

Postingan ini diedit 8Β jam, 40Β menit yang lalu.

|

#fiksi